WAHANANEWS.CO, Ambon - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menghadapi keterbatasan anggaran dalam menyusun APBD Tahun Anggaran 2027. Di tengah kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang terus meningkat, belanja daerah justru diproyeksikan turun 16,64 persen menjadi sekitar Rp1,08 triliun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga:
Dukung Nelayan Mandiri, Pemkot Ambon Salurkan Mesin 18 PK dan Perahu
Rapat tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara Pemkot Ambon dan DPRD Kota Ambon terkait Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menjelaskan, penyusunan anggaran 2027 dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi, di antaranya perkembangan ekonomi nasional, terbatasnya dana transfer dari pemerintah pusat, pertumbuhan lapangan kerja yang belum sebanding dengan jumlah pencari kerja, serta masih adanya masyarakat yang rentan terhadap kemiskinan.
Dalam rancangan APBD 2027, pendapatan Kota Ambon diproyeksikan mencapai sekitar Rp1,13 triliun. Angka tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp247,56 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp886,94 miliar.
Baca Juga:
Ambon Aktifkan Tim Siber, Targetkan Pemerintahan Bebas Pungutan Liar
Sementara itu, belanja daerah dianggarkan sekitar Rp1,08 triliun, atau turun 16,64 persen dibandingkan anggaran sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1,29 triliun.
Penurunan tersebut membuat Pemkot Ambon harus lebih cermat dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dibiayai melalui APBD 2027.
Pemerintah memastikan anggaran akan diarahkan pada program-program yang benar-benar prioritas, menyentuh kebutuhan dasar, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.