WAHANANEWS.CO, Ambon - Sebuah pesan adat dari pegunungan Pulau Seram disampaikan dengan cara yang sarat makna, bertepatan dengan HUT ke-81 Provinsi Maluku, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima surat dari Raja Manusela Sepnat Manukuany yang dikirim menggunakan bambu, Rabu, (19/8/2026).
Lewerissa menjelaskan, surat tersebut sebelumnya hendak disampaikan oleh sejumlah mahasiswa. Namun, ia belum sempat menerimanya karena bertepatan dengan agenda upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan. Surat itu akhirnya diserahkan kepada gubernur pada momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku.
Baca Juga:
Tiga Jurus Gubsu Bobby Bangun Kepulauan Nias
“Saya telah membaca surat bapak Raja Manusela ini, saya menyimak isinya dan surat ini sangat menyentuh hati dan pikiran saya,” ujar Lewerissa.
Pesan tersebut berkaitan erat dengan persoalan masyarakat adat Manusela, khususnya mengenai pengelolaan ruang hidup dan batas kawasan konservasi Taman Nasional Manusela.
Pada Mei hingga Juli 2026, sejumlah masyarakat adat di kawasan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, menyampaikan penolakan terhadap perubahan atau penetapan batas kawasan yang mereka nilai berpotensi memasuki wilayah adat dan ruang kelola masyarakat.
Baca Juga:
Gubsu Bobby Berkantor di Nias, Besok Tinjau Pelabuhan Roro dan SMAN Unggulan Sukma Gunungsitoli
Secara resmi, Taman Nasional Manusela merupakan kawasan konservasi di Pulau Seram dengan luas sekitar 174.546 hektare. Kawasan ini memiliki ekosistem hutan hujan tropis dan pegunungan serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Maluku. Keberadaan masyarakat adat Manusela juga menjadi bagian penting dalam konteks sosial kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Lewerissa menegaskan bahwa kepentingan program nasional tidak boleh menghilangkan hak masyarakat adat yang telah hidup dan mengelola wilayahnya secara turun-temurun.
“Tidak bisa satu program nasional mengorbankan hak-hak adat masyarakat, apalagi masyarakat di pegunungan Pulau Seram yang telah mendiami daerah itu selama turun-temurun, ribuan tahun, jauh sebelum adanya Indonesia,” tegasnya.