Ia berharap Konferensi PGRI tidak sekadar menjadi forum organisasi, tetapi menghasilkan program kerja yang konkret dan mampu menjawab kebutuhan guru serta persoalan pendidikan di Kota Ambon.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Bodewin adalah pengembangan karier guru, termasuk proses pengangkatan kepala sekolah. Ia menegaskan, seluruh proses harus dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai mekanisme.
Baca Juga:
KOSM KKMTs se-Kabupaten Sumedang Tahun 2026 Resmi Dibuka
Bodewin meminta guru tidak mengandalkan kepentingan politik maupun kedekatan personal untuk mendapatkan jabatan.
“Kalau mengikuti semua proses dan mekanisme dengan baik, pasti ada jalannya untuk menjadi kepala sekolah. Jangan sampai kepentingan-kepentingan tertentu membuat kita tersandera,” tegasnya.
Ia menekankan, seleksi dan pendidikan yang telah ditetapkan harus menjadi dasar utama dalam menentukan seseorang menduduki jabatan kepala sekolah.
Baca Juga:
Mendikdasmen: Pengajaran Bahasa Portugis Tergantung Kesiapan Guru
Bodewin juga menyoroti harapan para guru terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait status dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia berharap kebijakan nasional ke depan mampu menghadirkan standar kesejahteraan yang lebih adil, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara guru berdasarkan wilayah penugasan.
Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme guru. Guru yang berkualitas membutuhkan dukungan lingkungan kerja, kepastian karier, serta penghargaan yang layak atas pengabdiannya.