Tak hanya itu, kompetensi FST dalam bidang ilmu komputer, statistika, instrumentasi dan otomasi dinilai relevan untuk memperkuat digitalisasi pemerintahan, pengembangan basis data hingga peningkatan kualitas informasi.
Bagi Wattimanela, data bukan sekadar pelengkap administrasi, tetapi fondasi utama dalam menentukan kebijakan.
Baca Juga:
Dukung Nelayan Mandiri, Pemkot Ambon Salurkan Mesin 18 PK dan Perahu
“Kalau data itu tidak bagus, maka dalam pengambilan keputusan akan bermasalah dan tidak mencapai sasaran,” tuturnya.
Mahasiswa Didorong Masuk Dunia Kerja Sejak Bangku Kuliah
Kerja sama FST Unpatti dengan Pemkot Ambon juga membuka ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang di berbagai perangkat daerah.
Baca Juga:
Ambon Aktifkan Tim Siber, Targetkan Pemerintahan Bebas Pungutan Liar
Program tersebut diharapkan menjadi jembatan antara kompetensi akademik dan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman menghadapi persoalan nyata di lapangan.
PKS tersebut bahkan berpotensi dikembangkan menjadi penelitian bersama yang menghasilkan karya ilmiah sekaligus rekomendasi kebijakan berbasis sains bagi pemerintah daerah.
Dengan cakupan keilmuan FST yang meliputi instrumentasi dan otomasi, farmasi, bioteknologi hingga gizi, berbagai persoalan daerah dapat menjadi ruang kolaborasi, termasuk pemanfaatan potensi bahan alam Maluku dan penanganan persoalan stunting.