Maluku.WAHANANEWS.CO, Ambon - Majelis Latupati Kota Ambon mengimbau negeri-negeri yang sedang mengalami konflik di wilayah Maluku untuk segera menghentikan pertikaian dan kembali menjalin kedamaian.
Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan sosial yang terjadi selama sepekan terakhir, antara warga Negeri Tulehu dan Tial di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, serta antara warga Negeri Sawai dan Rumaholat di Kecamatan Seram Utara.
Baca Juga:
Di Bawah Bayangan Konflik, Suasana Natal di Kota Kelahiran Yesus Berselimut Kemuraman
Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, pada Jumat (4/4/2025), menyampaikan harapannya agar konflik yang ada segera berakhir demi menjaga hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin di bumi Maluku.
“Katong semua adalah satu saudara, satu tanah, satu hati,” ujar Maspaitella, menegaskan nilai persatuan.
Ia menekankan bahwa filosofi hidup orang Maluku, yakni pela gandong, telah sejak lama diwariskan oleh para leluhur sebagai dasar ikatan persaudaraan dan kebersamaan.
Baca Juga:
Menteri PANRB Terbitkan Permen Terbaru Terkait Pedoman Konflik Kepentingan
Nilai tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan lambang persatuan, toleransi, dan perdamaian yang menyatukan masyarakat meski dalam perbedaan.
"Tidak ada manfaat dari kebencian dan permusuhan, karena yang terluka bukan hanya kita sendiri, tetapi seluruh masyarakat, seluruh negeri. Baik dalam adat, agama, maupun sebagai bangsa, kita diajarkan untuk menghormati satu sama lain, bersabar, menjaga persaudaraan, menjaga tanah, dan menjaga nama baik keluarga serta leluhur. Ketika emosi memuncak, kita harus menahan diri, karena tidak ada kebaikan yang lahir dari permusuhan. Mengasihi dan memaafkan jauh lebih mulia daripada membenci dan melawan," ujarnya dikutip dari rri Sabtu (5/4/2025).
Didampingi para pemimpin adat lainnya, Maspaitella mengajak semua pihak untuk menurunkan ego, merangkul kembali semangat persaudaraan, dan duduk bersama mencari solusi damai.
“Katong orang Maluku, besar karena kita memiliki persaudaraan, nilai-nilai adat, dan iman yang kuat. Mari katong jaga negeri, jaga hati, dan jaga persaudaraan,” tutupnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]