WAHANANEWS.CO, Ambon - Upaya menekan angka stunting di Kota Ambon tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan bersama Pemkot Ambon dalam memperkuat pencegahan stunting, khususnya melalui intervensi kesehatan ibu dan anak.
Komitmen itu diwujudkan melalui pemeriksaan dan intervensi kesehatan bagi ibu hamil yang digelar POGI Maluku bersama PT Pegadaian di Puskesmas Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga:
Ambon Smart City Didorong Naik Kelas
Ketua POGI Wilayah Maluku, dr. Janne Pattiasina,Sp.OG, menegaskan stunting merupakan persoalan bersama yang membutuhkan gerakan lintas sektor. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi profesi, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat.
“Stunting ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tugas kita semua. POGI juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” kata Janne saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Janne, keterlibatan POGI akan difokuskan pada langkah promotif dan preventif, terutama memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, kehamilan, serta kesehatan ibu dan anak.
Baca Juga:
FST Unpatti–Pemkot Ambon Perkuat Kolaborasi, Sains dan Teknologi Jadi Solusi Persoalan Kota
Ia menekankan, perang melawan stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Pencegahan perlu dilakukan sejak masa sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Karena itu, kesehatan ibu menjadi titik krusial dalam memutus mata rantai stunting. Ibu yang sehat, kehamilan yang terpantau, kecukupan gizi, serta intervensi medis yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Janne menilai kolaborasi antara POGI, Pemkot Ambon, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat harus diperkuat dan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
“Dengan adanya dukungan dari POGI dan seluruh pihak yang terlibat, kita berharap angka stunting di Kota Ambon dapat terus ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Edukasi bagi calon ibu dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara berkesinambungan.
POGI Wilayah Maluku, kata Janne, siap membuka lebih banyak ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk memperkuat program kesehatan ibu dan anak, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Ambon.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama memberikan kontribusi sesuai dengan tugas dan kapasitas masing-masing. Kalau semua pihak bergerak bersama, tentu upaya menekan stunting akan lebih maksimal,” tandasnya. (YL-W)