WahanaNews-Maluku | Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengakhiri kejatuhannya selama dua hari beruntun.
Pada pukul 9.38 pagi ini, Kamis (20/10/22), saham PTBA lompat 110 poin atau 2,95% ke level Rp 3.840 per saham.
Baca Juga:
PLN Manfaatkan 3,44 Juta Ton FABA Sepanjang 2025, Dorong Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan
Saham PTBA bahkan mencatat nilai transaksi terbesar kedua, Rp 174,5 miliar. Sedang posisi pertama dipegang oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Rp 260,6 miliar.
Saham PTB ditransaksikan dengan volume transaksi 46,5 juta saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 7.422 kali.
Saham PTBA sudah anjlok 2 hari beruntun. Kemarin lusa bahkan harga saham PTBA ditutup anjlok 6,82% atau terkena Auto Reject Bawah (ARB).
Baca Juga:
PLTU Labuhan Angin jalin Kerjasama dengan Pemda Sibolga dan Tapteng
Akibat penurunan tersebut, nilai kapitalisasi pasar PTBA turun menjadi Rp 43,66 triliun.
Penurunan harga saham PTBA terjadi pasca kabar rencana pengambilalihan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN.[zbr]