WAHANANEWS.CO, Ambon - Pemerintah Kota Ambon memastikan 17 program prioritas tetap menjadi arah utama pembangunan daerah dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), meski proses perencanaan dan penganggaran sempat mengalami sedikit keterlambatan.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Ambon, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga:
Wali Kota Ambon Usulkan SPBUN, Menteri ESDM: Dua Unit Akan Dibangun
Bodewin mengatakan, keterlambatan tersebut tidak akan mengubah arah pembangunan yang telah ditetapkan. Seluruh tahapan perencanaan dan penganggaran tetap berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Setelah pembahasan dan kesepakatan anggaran rampung, Pemkot Ambon akan melanjutkan penyusunan dokumen perencanaan hingga penyampaian rancangan anggaran kepada pemerintah pusat.
“Semua 17 program prioritas itu menjadi prioritas kita dalam seluruh tahun pelaksanaan RPJMD,” tegas Bodewin.
Baca Juga:
Wali Kota Ambon: Program Jumat Tanpa Mobil Dinas Dimulai Pekan Depan
Digitalisasi Jadi Fokus Percepatan
Selain menjaga kesinambungan 17 program prioritas, Pemkot Ambon mulai memperkuat arah pembangunan melalui percepatan transformasi digital.
Bodewin menjelaskan, digitalisasi akan mendapat perhatian lebih besar mulai tahun ini hingga tahun depan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus menyesuaikan pelayanan publik dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
“Tahun ini dan tahun depan kita lebih banyak ke akselerasi dan percepatan untuk digitalisasi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurut Bodewin, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi instrumen untuk membuat pelayanan pemerintahan lebih efektif, cepat, transparan, serta semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Infrastruktur Tetap Berjalan
Di sektor infrastruktur, Pemkot Ambon memastikan pembangunan tetap dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Perbaikan jalan menjadi salah satu perhatian utama, terutama pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan. Salah satunya berada di kawasan Bintas.
Bodewin mengatakan, penanganan dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan mendahulukan titik-titik jalan yang kondisinya paling membutuhkan perbaikan.
“Yang kita aspal, yang rusak. Aspal berjalan perlahan dari atas turun,” kata Bodewin.
Pola tersebut diterapkan agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Tunggu Data Ekonomi Triwulan II
Sementara itu, terkait pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tahun 2026, Pemkot masih menunggu rilis data triwulan II. Saat ini, data yang tersedia baru mencakup pertumbuhan ekonomi pada triwulan I.
Bodewin berharap perekonomian Kota Ambon tetap berada dalam tren positif dan tidak mengalami penurunan signifikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Paling tidak kita tidak mengalami penurunan sampai jauh di bawah angka nasional,” tandasnya.
Dengan demikian, pembangunan Kota Ambon dalam pelaksanaan RPJMD tetap bertumpu pada 17 program prioritas, dengan penguatan pada percepatan digitalisasi, pembangunan infrastruktur, serta upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.
Pemkot Ambon memastikan agenda pembangunan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi terus didorong agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. (YL-WN)