Karena itu, keluarga diminta tidak sekadar memastikan ibu hamil makan, tetapi juga memperhatikan kualitas dan kandungan gizi makanan yang dikonsumsi. Pemilihan pangan harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ibu dan janin.
Selain asupan gizi, pemeriksaan kehamilan secara rutin juga menjadi bagian penting. Pemeriksaan memungkinkan tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan janin sekaligus melakukan intervensi lebih dini jika ditemukan persoalan kesehatan maupun gizi.
Baca Juga:
PT. Pegadaian Berikan Kuliah Umum dan Literasi Keuangan untuk Mahasiswa UNG
“Yang paling penting adalah 1.000 hari pertama kehidupan. Kalau itu kita perhatikan dengan baik, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih sehat untuk masa depan,” katanya.
Bagi Norimarna, pencegahan stunting bukan sekadar program kesehatan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Ambon. Anak yang tumbuh sehat sejak awal kehidupan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi generasi yang berkualitas.
Ia berharap kegiatan yang melibatkan ibu hamil dapat memperkuat kesadaran keluarga tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.
Baca Juga:
Segera Daftar! Pegadaian Gelar Program Mudik Asik Bersama BUMN
“Harapan saya, dari sekian ibu yang ada di sini, anak-anak kita pada akhirnya bebas stunting,” ujarnya.
Norimarna juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian, POGI Wilayah Maluku, serta seluruh pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan stunting tidak mungkin dituntaskan jika hanya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan.
Ibu hamil, keluarga, kader kesehatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat hingga masyarakat luas harus mengambil peran agar setiap intervensi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.