Ruswan menjelaskan bahwa kondisi Pelabuhan Yos Sudarso berbeda dengan pelabuhan lainnya karena lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman warga dan area pasar.
"Hal itu memungkinkan para pedagang mencoba mencari peruntungan dengan berjualan di area pelabuhan," katanya.
Baca Juga:
Korupsi Jasa dan Kenavigasian Pelabuhan, Eks KSOP Belawan Ditahan Kejati Sumut
Ia menekankan pentingnya penataan dilakukan secara persuasif agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.
"Oleh sebab itu penertiban harus dilakukan secara humanis dengan pendekatan positif agar tidak merugikan para pedagang. Sampai saat ini pun kami masih terus melakukan sosialisasi kepada pedagang," jelasnya.
Ke depan, pihak KSOP juga sedang mengupayakan penambahan jumlah lapak untuk menampung lebih banyak pedagang asongan.
Baca Juga:
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Presiden Prabowo Instruksikan Respons Cepat
"Tentu nantinya ada kriteria yang harus dipenuhi untuk diizinkan berjualan di pelabuhan, demi menjaga kenyamanan para calon penumpang," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]