“Kalau ada alternatif, pasti jauh. Memang rumit di situ dan padat penduduk. Di lokasi itu sudah pernah kami pasang larangan, tapi orang tetap buang sampah,” ujarnya.
Hehamahua menekankan bahwa solusi paling memungkinkan adalah dengan tertib membuang sampah sesuai waktu yang ditetapkan oleh pemerintah kota.
Baca Juga:
TPA Cipeucang Ditutup, Tangsel Rogoh Rp90 Juta per Hari untuk Buang Sampah ke Cileungsi
“Jadinya itu tempat pembuangan semu, asalkan sesuai jam buang. Jangan mobil sampah sudah pergi, baru masyarakat buang,” tegasnya.
Sebelumnya, seorang warga bernama Wa Ode melakukan aksi buang sampah di jalan pada Senin sore sebagai bentuk protes terhadap tindakan warga yang membuang sampah sembarangan.
“Katong sudah lelah larang warga jangan buang sampah sembarangan. Beta yang menyimpan dorang kira beta tukang bersih jalan,” keluhnya saat menggelar aksi tersebut.
Baca Juga:
PLN Dukung Optimalisasi Pengelolaan Sampah Jakarta, Tambah Daya Listrik Jakarta Recycle Center hingga 555.000 VA
Ia menambahkan bahwa warga sudah sering membuang sampah sembarangan dan sayangnya tidak ada kesadaran dari masyarakat di Kebun Cengkeh untuk membuang sampah pada tempatnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]