Ia menyampaikan, petugas juga sudah mengambil sampel semburan air mengandung gas itu.
"Sampelnya sudah diambil mereka untuk dikirim ke laboratorium migas di Jakarta guna diteliti apakah mengandung potensi mineral atau tidak," imbuhnya.
Baca Juga:
Bentrokan Antar Warga di Maluku Memanas, 300 Personel Gabungan Dikerahkan
Sementara itu diketahui, beberapa waktu lalu, hal yang sama juga terjadi di kawasan Kobisonta, Kabupaten Maluku Tengah. "Beberapa hari kemudian semburan air tersebut terhenti dengan sendirinya," pungkas Hein Farfar.[mga]