WahanaNews-Maluku | Kantor Staf Presiden memastikan pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Maluku, selesai sesuai target pada Agustus 2023. Tidak hanya Bendungan Way Apu, KSP juga mendorong penyelesaian cepat atas pembangunan ruas jalan lintas Namrole-Leksula.
Hal tersebut disampaikan Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi, dan Investasi KSP Febry Calvin Tetelepta dalam rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait di Ambon, Senin, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta.
Baca Juga:
Pastikan Wilayah Hukum Kondusif Kapolres Binjai Cek Pospam & Posyan
“KSP meminta Ditjen Bina Marga dalam hal ini BPJN Maluku dan dibantu seluruh peserta rapat untuk segera menyusun kerangka waktu sehingga rencana relokasi dan penyelesaiannya dapat sesuai target," ujar Febry.
Rapat koordinasi ini juga membahas tentang dampak penggenangan bendungan yang beririsan dengan jalan nasional, tiga jembatan, dan transmisi listrik PLN.
Febry menyampaikan guna mendukung konektivitas dengan daerah sekitar bendungan, maka infrastruktur jalan pendukung yang menghubungkan Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan harus dipastikan tersedia dengan cepat. Ruas jalan tersebut adalah Namrole-Leksula yang terbentang sepanjang 34 km.
Baca Juga:
Erick Thohir: Kemenangan Timnas U-17 atas Korsel adalah Momen Bersejarah
KSP terus mengawal transparansi anggaran dari proyek besar di Maluku ini dan memastikan sumber anggarannya.
Adapun demi mendukung percepatan pembangunan, kementerian/lembaga dan pihak terkait sepakat menargetkan proses pembebasan lahan di kawasan pembangunan bendungan dan ruas jalan tuntas pada April 2022. Sedangkan untuk trase jalan yang meliputi survei dan DED, ditargetkan rampung pada Maret 2022.
Harapannya, kata dia, pada bulan Juli tahun yang sama, konstruksi proyek nasional strategis senilai Rp2,33 triliun dapat segera dimulai.