Dahulu, warga harus menggunakan angkutan kota melewati Kecamatan Baguala atau menyeberangi Teluk Ambon dengan perahu dari Galala ke Poka.
Kini, selain sebagai penghubung wilayah, JMP juga menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga pagi dan sore sambil menikmati panorama matahari terbenam.
Baca Juga:
Arus Balik Lebaran 2025: Puncak Kepadatan di Pelabuhan Ambon Diprediksi 3-4 April
Sejarah Penamaan Jembatan
Pada awalnya, jembatan ini bernama Jembatan Galala-Poka, sesuai dengan dua desa yang dihubungkannya.
Namun, dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (5/4/2025) warga Desa Rumah Tiga yang wilayahnya juga dilewati oleh Jembatan Merah Putih merasa keberatan dengan nama tersebut.
Baca Juga:
Satu Tewas, Dua Luka Akibat Bentrokan Antar Kampung di Maluku Tengah
Pasalnya, warga Desa Rumah Tiga merasa bahwa mereka tidak ikut dicantumkan dalam nama jembatan.
Menanggapi keberatan itu, Kementerian PUPR menggelar rapat bersama Gubernur Maluku, Bappenas, DPRD, serta perwakilan dari tiga desa yang terdampak.
Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati bahwa nama jembatan diubah menjadi Jembatan Merah Putih, sebagai simbol nasionalisme dan penghargaan terhadap Maluku yang merupakan salah satu dari delapan provinsi pertama di Indonesia sejak kemerdekaan.