Karena itu, pembangunan tidak dapat dilakukan secara serentak di seluruh wilayah. Pemerintah harus memilih lokasi yang paling mendesak untuk ditangani lebih dahulu.
Pada tahun 2026, Dinas PUPR Kota Ambon telah menyiapkan sejumlah proyek pemeliharaan jalan. Salah satunya ruas Jalan Tsanawiyah di kawasan Kampung Kisar, Desa Batu Merah, yang akan memasuki proses tender dengan pagu anggaran Rp600 juta.
Baca Juga:
Ambon Darurat Rabies, Masyarakat Diimbau Tidak Abaikan Vaksinasi
Selain itu, pemeliharaan ruas Jalan Jembatan Jodoh dengan nilai anggaran Rp1 miliar juga telah memasuki tahap administrasi akhir sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Targetnya minggu depan sudah mulai aksi di lapangan,” kata Lekransy.
Sejumlah ruas jalan lain yang mengalami kerusakan ringan juga akan ditangani melalui program pemeliharaan atau zero hole, termasuk kawasan Jalan Gunung Malintang dan Kanawa.
Baca Juga:
Mantan Walikota Ambon Richard Louhenapessy Divonis 8,5 Tahun Penjara
Tak hanya mengandalkan APBD, Pemkot Ambon juga terus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Kementerian Pekerjaan Umum. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah sejumlah ruas strategis di Waiheru, Nania, dan Wailete dinyatakan lolos program IJD.
Di sektor penyediaan air bersih, Pemkot Ambon juga menerapkan prinsip yang sama. Pengembangan jaringan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.
Selama periode 2024–2026, tercatat 24 lokasi menjadi sasaran pengembangan jaringan dan perbaikan kebocoran dengan total panjang jaringan mencapai 12.426 meter di wilayah kewenangan Perumda Tirta Yapono.